*BUKU PANDUAN (MANUAL BOOK) PEMBELAJARAN METODE CFBA MASRURIYAH*
A. Pendahuluan
1. Pengertian Buku Panduan (Manual Book) Pembelajaran CFBA
Buku Panduan (Manual Book) Pembelajaran CFBA adalah Buku berisikan sekumpulan instruksi-instruksi Yang menjadi Pedoman Ustadz/Guru atau Lembaga Pendidikan untuk membelajarkan Metode CFBA kepada Santri/Siswa agar sesuai dengan Tujan atau Target Pembelajaran/Pengajian Metode CFBA yang dicapai.
Adapun Panduan-Panduan yang dibahas pada Buku Panduan (Manual Book) Pembelajaran CFBA ini yaitu meliputi : Panduan Metodologi Buku CFBA (Lagu, Target Khatam, Konten Materi & Munaqasyah Santri) Buku CFBA, Panduan Pokok Bahasan Buku CFBA, Panduan Pengelolaan Kelas (Microteaching) Metode CFBA, Panduan Munaqasyah (Asesemen) Metode CFBA, Panduan Laporan/Raport Hasil Belajar Santri/Siswa Metode CFBA, dan Panduan Adab Ustadz/Guru & Santri/Siswa Metode Masruriyah.
A. PANDUAN METODELOGI BUKU CFBA
Panduan Metodologi Buku CFBA yaitu meliputi : Lagu, Target Khatam, Konten Materi dan Munaqasyah Santri /Siswa.
1. LAGU BUKU CFBA MASRURIYAH
Metode CFBA Masruriyah menggunakan Lagu untuk memudahkan dalam pembelajaran membaca Al-Quran. Lagu yang digunakan dalam metode ini adalah "Lagu Nahawand" yang cukup sederhana dirumuskan sebagai berikut :
"NAIK NAIK NAIK"
"DATAR DATAR DATAR"
"TURUN-TURUN-TURUN"
INI NAMA LAGU NAHAWAND (NAIK)
INI NAMA LAGU NAHAWAND (DATAR)
INI NAMA LAGU NAHAWAND (TURUN)
Diterapkan pada Basmallah :
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Naik
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Datar
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Turun
a. Lagu Nahawand pada Jilid 1, 2 dan 3 CFBA Masruriyah
Lagu Nahawand yang digunakan pada Jilid 1, 2 dan 3 CFBA Masruriyah dengan teknik sebagai berikut :
#1. Pada Halaman Bagian Pokok Bahasan :
Pengucapan Setiap Huruf atau Kata/Kalimat pada Pokok Bahasan diulang Tiga Kali dengan Satu Nada Nahawand yaitu Turun , contoh :
اA بBa ت Ta Nada Turun 3x
#2. Pada Halaman Bagian Pembahasan dan Bagian Bawah
Pengucapan Huruf atau Kata/Kalimat pada setiap Tiga Baris menggunakan tiga nada lagu Nahawand yang berbeda yaitu Naik Datar Turun, Contoh :
- Bagian Pembahasan
اA اA اA اA اA اA Naik
بBa بBa بBa بBa بBa بBa Datar
ت Ta ت Ta ت Ta ت Ta ت Ta ت Ta Turun
-Bagian Bawah
اAlif بBa تTa اAlif بBa تTa اAlif بBa تTa Diulang 3x - 3 Nada Naik Datar Turun
(Lihat Halaman Awal Jilid 1)
#3. Pada Halaman Bagian yang berbentuk Kalimat atau potongan ayat atau Bagian Akhir (5 Halaman Terakhir)
Pengucapan Kalimat atau Potongan Ayat atau Bagian Akhir (5 Halaman Terakhir) pada setiap Tiga Baris menggunakan tiga nada lagu Nahawand yang berbeda yaitu Naik Datar Turun, Contoh :
امنين باسطين تابعين Naik
جاهلين حافظين خالصين Datar
داخلون ذاهبون راشدون Turun
(Lihat Halaman Akhir Jilid 1)
Jika Ditemukan barisan yang ganjil, maka nada yang terakhir digunakan adalah Turun. Contoh :
وفومها وعدسها وبصلها Naik
وجنودهما كانوا خاطئين Turun
(Lihat Halaman Akhir Jilid 1)
b. Lagu Nahawand pada Al-Qur'an
Pengucapan pada setiap Tiga Baris Ayat atau Tiga Kali Waqaf maka menggunakan Tiga Nada lagu Nahawand yang berbeda yaitu Naik Datar Turun, Contoh :
(1). عم يتساءلون Naik
(2). عن النبا العظيم Datar
(3). الذي هم فيه مختلفون Turun
(Lihat Surat An Naba)
وقال اركبوا فيها بسم الله مجريها Naik
بسم الله مجراها ومرساها Datar
ان ربي لغفور رحيم Turun
(Lihat Surat Hud ayat 41)
Jika Ditemukan Baris Ayat yang ganjil, maka nada yang terakhir digunakan adalah Turun. Contoh :
(4) ترميهم بحجارة من سجيل Naik
(5) فجعلهم كعصف ماكول Turun
(Lihat Surat Al-Falaq ayat 4 & 5)
c. Lagu Nahawand pada Jilid TK-RA (PAUD) CFBA Masruriyah
Lagu Nahawand yang digunakan pada Jilid TK-RA (PAUD) CFBA Masruriyah dengan teknik sebagai berikut :
#1. Pada Halaman Bagian Pokok Bahasan :
Pengucapan Setiap Huruf pada Pokok Bahasan diulang Tiga Kali dengan Tiga Nada Nahawand yang berbeda yaitu Naik Datar Turun , contoh :
Ini Namanya ا (A) Naik
Ini Namanya ا (A) Datar
Ini Namanya ا (A) Turun
(dan seterusnya setiap huruf pada pokok bahasan)
#2. Pada Halaman Bagian Pembahasan dan Bagian Bawah
Pengucapan Huruf pada setiap baris diulang Tiga kali menggunakan satu nada lagu Nahawand yang sama yaitu Naik, Contoh :
ا (A) ا (A) ا (A) (Nada Naik)
ا (A) ا (A) ا (A) (Nada Naik)
ا (A) ا (A) ا (A) (Nada Naik)
(dan seterusnya pada setiap baris pada bagian pembahasan)
(Dibimbing Oleh Guru/Trainer Pengajar Metode ini)
#3. Pada Halaman Bagian Akhir ( 5 Halaman Terakhir)
Pengucapan Huruf pada setiap tiga baris menggunakan tiga nada lagu Nahawand yang berbeda yaitu Naik Datar Turun , Contoh :
A Ha Da A Kha Dza A Ja Ra
اح د اخ ذ اج ر Naik
Ba Ra Ka Ba Sya Ra Ba 'A Tsa
ب ر ك ب ش ر ب ع ث Datar
Ta Ra Ka Ta Wa Ba Ta Sa Qa
ت رك ت و ب ت س ق Turun
(Dibimbing Oleh Guru/Trainer Pengajar Metode ini)
2. TARGET KHATAM BUKU CFBA MASRURIYAH
Metode Cepat Fasih Baca Al-Quran Masruriyah terdiri 4 jilid yakni 2 Jilid Dasar Utama dan 2 Jilid Pelengkap. Dua Jilid dasar Utama yaitu Jilid 1 & 2 adalah materi dasar Praktek Membaca Al-Qur’an sesuai kaidah Tajwid, dalam waktu 4 bulan Santri/Peserta dapat membaca dengan Fashih Mushaf Al-Qur’an terbitan Indonesia dan terbitan Madinah. Dua Jilid Pelengkap yaitu Jilid TK-RA/PAUD sebagai Jilid untuk anak-anak TK atau Pra Sekolah dalam Waktu 2 Bulan Santri Mampu membaca Huruf Hijaiyah Berharakat Fathahah dan Huruf Hijaiyah Muqatha'ah. Adapun jilid Pelengkap yang lain yaitu Jilid 3 adalah materi Gharib & Juz ‘Amma sebagai pelengkap materi jilid dasar, dalam waktu 2 bulan Santri/peserta mampu memahami dan membaca ayat-ayat Gharib serta mampu membiasakan untuk membaca surat-surat pendek dalam Al-Quran pada Juz 30 atau Juz ‘Amma.
Materi Buku CFBA diajarkan selama 5 kali pertemuan (1 x 95 menit) dengan 1 halaman/pertemuan secara klasikal dan individual dalam satu kelas yang aktif dan efektif berjumlah 15 Santri/Siswa .
3. KONTEN MATERI BUKU CFBA MASRURIYAH
Pokok Bahasan/Target materi Buku CFBA Masruriyah yang dikuasai oleh santri/peserta belajar sudah include tertulis di setiap halaman yang berwarna merah.
Materi Buku CFBA Masruriyah berupa cara baca yang dipadukan pemahaman tajwid dan Gharib secara praktek.
Materi Buku CFBA Masruriyah ditulis dalam tulisan Rasm Utsmani : Mushaf Al-Qur’an Indonesia dan Mushaf Al-Quran Madinah secara terpadu.
4. MUNAQOSYAH SANTRI (Kenaikan Tingkat atau Kelulusan Santri/Siswa)
- Santri/Siswa TK-RA/Paud dinyatakan "Naik ke Jilid 1" jika Lulus Ujian "Munaqasyah jilid TK-RA/PAUD CFBA Masruriyah" pada 5 Halaman Terakhir Buku Jilid TK-RA/PAUD CFBA Masruriyah yang diuji oleh Tim Munaqisy
-Santri/Siswa dinyatakan "Naik ke Jilid 2" jika Lulus Ujian "Munaqasyah jilid 1 CFBA Masruriyah" pada 5 Halaman Terakhir Jilid 1 CFBA Masruriyah yang diuji oleh Tim Munaqisy
-Santri/Siswa dinyatakan "Naik ke Al-Qur’an" jika Lulus Ujian "Munaqasyah jilid 2 CFBA Masruriyah" pada 5 Halaman Terakhir jilid 2 CFBA Masruriyah yang diuji oleh Tim Munaqisy
-Santri/Siswa dinyatakan "Lulus Belajar" di sebuah lembaga jika sudah mengkhatamkan 30 Juz Al-Qur’an dan Lulus Tes Tajwid dan Gharib Metode Masruriyah secara Teori maupun praktek.
B. PANDUAN POKOK BAHASAN BUKU CFBA MASRURIYAH
Panduan Pokok Bahasan Buku CFBA Masruriyah yaitu meliputi : Pokok Bahasan Buku Jilid TK-RA/PAUD, Jilid 1 & 2 dan Jilid 3 Gharib & Juz Amma CFBA Masruriyah.
***Pokok Bahasan Jilid TK-RA (PAUD) Masruriyah***
Adapun Pokok Bahasan sebagai Capaian Pembejaran pada Buku Cepat Fasih Baca Al-Qur’an Metode Masruriyah Jiid TK-RA /PAUD ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu membaca Huruf Hijaiyah Terpisah (Mufashalah) berharakat fathah
2. Pengenalan Huruf Muqatha'ah sebagai Pembiasaan
3. Evaluasi (Munaqasyah) Jilid TK-RA (PAUD)
***Pokok Bahasan Jilid 1 CFBA Masruriyah***
Adapun Pokok Bahasan sebagai Capaian Pembejaran pada Buku Cepat Fasih Baca Al-Quran Metode Masruriyah Jiid 1 ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu membaca Huruf Hijaiyah Terpisah (Mufashalah) berharakat fathah
2. Mampu membaca Huruf Muqatha'ah
3. Mampu membaca Huruf Berharakat Kasrah, Fathatain, Kasratain dan Dhammatain
4. Mampu Membaca Huruf Sambung
5. Mampu Membaca Huruf Panjang (Mad Ashli)
6. Mengenal Bilangan Arab 1-1000
7. Evaluasi (Munaqasyah) Jilid 1.
***Pokok Bahasan Jilid 2 CFBA Masruriyah***
Adapun Pokok Bahasan sebagai Capaian Pembejaran pada Buku Cepat Fasih Baca Al-Quran Metode Masruriyah Jiid 2 ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu membaca Huruf Sukun Ashli dan Huruf Tasydid
2. Mampu membaca Mim dan Nun yang Bertasydid (Ghunnah)
3. Mampu membaca Lam Qomariah dan Lam Syamsiah
4. Mampu membaca Qalqalah
5. Mampu membaca Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil
6. Mampu membaca Huruf Sukun Aridh (Waqaf) dan Lam Jalalah
7. Mampu membaca Mad Aridh Lissukun, Mad Iwadh, dan Huruf yang Diwaqafkan di Akhir Kalimat
8. Mampu membaca Hukum Mim Sukun dan Nun Sukun/Tanwin Bertemu Huruf Hijaiyah
9. Mampu membaca Huruf Hidup/Bertasydid yang Diwaqafkan
10. Mampu membaca Mad Lazim Kilmi Mutsaqal dan Wau pada Lafadz yang Dianggap Tidak Ada
11. Mengenal Tanda-tanda Waqaf
12. Evaluasi (Munaqasyah) Jilid 2 Menuju Al-Qur'an
*Pokok Bahasan Jilid 3 Gharib & Juz 'Aamma CFBA Masruriyah*
1. Mampu membaca Bacaan Gharib pada ayat-ayat Al-Qur'an
2. Mampu Mengkhakatamkan Baca Juz'amma sebagai pembiasaan
3. Mampu Mengkhakatamkan Al-Qur'an minimal 2 Kali
4. Evaluasi (Munaqasyah) Praktek Bacaan Tajwid dan Gharib
C. PANDUAN PENGELOLAAN KELAS (MICROTEACHING) METODE CFBA MASRURIYAH
Pengelolaan Kelas dilakukan Oleh Ustadz/Guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondosif bagi santri/siswa sehingga tercapai tujuan pembelajaran CFBA yang efektif dan efisien.
1. Pola Kelas Homogen dan Kelas Heterogen
Pola Kelas dalam Pembelajaran CFBA ada 2 Macam, yaitu Pola Kelas Homogen dan Pola Kelas Heterogen.
- Pola Kelas Homogen adalah Pola Kelas yang di dalamnya berisi Santri/Siswa memilik tingkat/Kelas yang Sama (Se Usia), Sehingga Kemampuan Santri/Siswa dianggap Sama untuk Suatu Materi (Kemampuan Baca Halaman Jilid dianggap Sama). Pola Kelas Homogen dapat diterapkan pada Sekolah Formal seperti RA/PAUD/SD/SMP/SMA dan PT. Juga dapat diterapkan pada Sekolah Non Formal, seperti TPQ, RQ/RT, MADIN dan Ponpes.
- Pola Kelas Heterogen adalah Pola Kelas yang di dalamnya berisi Santri/Siswa memilik tingkat/Kelas yang Berbeda Sama (Beda Usia), Sehingga Kemampuan Santri/Siswa dianggap tidak Sama untuk Suatu Materi (Kemampuan Baca Halaman Jilid dianggap tidak Sama tetapi masih dalam satu jilid). Pola Kelas Heterogen dapat diterapkan pada Sekolah Non Formal, seperti TPQ, RQ/RT, MADIN, Ponpes, MT dan Pengajian.
2. Kuota Jumlah Maksimum Santri/Siswa dalam Kelas
Jumlah Maksimum Santri/Siswa dalam Satu Kelas TK-RA/PAUD atau Jilid 1 atau Jilid 2 atau kelas Al-Qur'an adalah dengan Rasio 1 : 15, yakni 1 Orang Ustadz/Guru membimbing 15 Orang Santri/Siswa
3. Penataan Pola Posisi Tempat Duduk dalam Kelas
Posisi tempat Duduk Ustadz/Guru dan Santri/Siswa dalam Kelas diatur sebagai berikut :
- Seorang Ustadz/Guru Duduk Di Depan Manghadap 15 Orang Santri/Siswa
- 15 Orang Santri/Siswa Duduk Menghadap Ustadz/Guru dengan Posisi Melengkung Bulan Sabit dibuat 2 Shaf , terdiri dari Shaf depan 7 Orang Santri/Siswa dan Shaf Belakang 8 Orang Santri/Siswa dengan menyilang, Seperti Pada Pola Gambar sebagai Berikut :
- Pola Posisi Tempat Duduk dapat dibuat dalam 1 Ruang Kelas Besar (Ruang Kelas Sekolah TK/SD/MI/MADIN/SMP/SMA,PT, MT) yang terbagi dalam Sub Kelas dengan tetap mengikuti Pola Posisi Tempat Duduk dalam Kelas.
4. Alokasi Waktu Pembelajaran CFBA dalam Kelas
Waktu Pembelajaran ditempuh selama 5 Pertemuan Tatap Muka (5 Hari) dengan Durasi Waktu Yang Diperlukan dalam Pembelajaran CFBA ini yang ideal adalah 95 Menit/hari untuk 15 Orang Santri , dengan Pembagian Tahapan Kegiatan Pembelajaran dan Durasi Waktu Sebagai Berikut :
a. Alokasi Waktu Pembelajaran Murni CFBA (Tanpa Materi Penunjang) untuk kelas Homogen (Sekolah Formal atau Non Formal : TK-RA/PAUD/SD/SMP/SMA,PT dan TPQ, RW/RT, MADIN, PONPES, MT dan Pengajian) ---- Alokasi Waktu 95 Menit
- Pembukaan : 5 Menit (Baca Doa Belajar & Surat Al-fatihah)
- Penggunaan Alat Peraga CFBA : 10 Menit (2 Halaman/Hari)
- Kondisi Kelas Homogen (Membaca dangan Halaman yang Sama), maka Membaca Secara Munfarid/Individu Jilid CFBA/Al-Qur'an dilakukan secara Bergilir dengan Satu Santri Membaca 1 Baris halaman dan yang lain Menyimak, hingga setiap Santri/Siwa mendapat Giliran yang sama selesai 1 Halaman : 75 Menit (5 Menit/Santri)
- Penutup/ Doa : 5 Menit (Doa Syukur Nikamat, Doa Kafaratul Majlis, Surat Al- Ashar)
b. Alokasi Waktu Pembelajaran CFBA dengan Materi Penunjang untuk kelas Heterogen (Sekolah Non Formal : TPQ, RQ/RT, MADIN, PONPES,MT & Pengajian) --- Alokasi Waktu 110 Menit
- Pembukaan : 5 Menit (Baca Doa Belajar & Surat Al-fatihah)
- Penggunaan Alat Peraga CFBA : 10 Menit (2 Halaman/Hari)
- Membaca Secara Munfarid/Individu Jilid CFBA/Al-Qur'an : 50 Menit (5 Menit/Santri)
- Sambil Menunggu Giliran Membaca Jilid CFBA/A-Quran, Santri Menulis/Menebalkan Huruf Hijaiyah/Mewarnai/Menulis Imla'/Menulis Materi Penunjang/Menghafal Materi atau Menghafal Al-Qur'an : 45 Menit
- Guru Menjelaskan/Memuraja'ah Materi Penunjang : 15 Menit
- Penutup/ Doa : 5 Menit (Doa Syukur Nikmat, Doa Kafaratul Majlis, Surat Al- Ashar)
5. Teknik dan Langkah-Langkah Pembelajaran CFBA dalam Kelas
Teknik Pembelajaran CFBA dibagi Menjadi 2 yaitu Teknik 1 dan Teknik 2 dengan penjelasan sebagai berikut :
- Teknik 1 : Ustadz/Guru Menuntun Bacaan Jilid CFBA/Al-Qur'an dengan Mentalaqikan kepada Santri/Siswa, Kemudian Santri/Siswa menirukan atau membaca apa yang ditalaqikan oleh Ustadz/Guru.
- Teknik 2 : Santri/Murid membaca setiap Halaman Jilid CFBA/Al-Qur'an secara Mandiri yang Sudah Pernah Dibaca atau ditalaqikan Oleh Ustadz/Guru Sebelumnya dan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid
a. Teknik/Langkah-Langkah Pembelajaran Alat Peraga CFBA (Ada 10 Halaman- 2 Bulan)/Al-Qur'an
1. Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an digunakan untuk Pembelajaran yang Bersifat Klasikal/Jam'iy/Bersama-sama dalam suatu Kelas Homogen maupun Kelas Heterogen
2. Membaca Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 1 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris), yakni Ustadz/Guru Menuntun Bacaan Peraga CFBA/Al-Qur'an dengan Mentalaqikan kepada Semua Santri/Siswa, Kemudian Semua Santri/Siswa menirukan atau membaca apa yang ditalaqikan oleh Ustadz/Guru.
3. Target Baca 2 Halaman Peraga CFBA/Al-Qur'an Per Hari pada Pertemuan Ke-1 sampai Pertemuan Ke- 20 (4 Minggu) dengan menggunakan Teknik 1
4. Target Baca 2 Halaman Peraga CFBA/Al-Qur'an Per Hari dengan Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman Pada Pertemuan Ke-21 sampai Pertemuan Ke-40 (4 Minggu), yakni Santri/Murid membaca Mandiri secara bersama-sama setiap Halaman Peraga CFBA/Al-Qur'an yang Sudah Pernah Dibaca atau ditalaqikan Oleh Ustadz/Guru Sebelumnya dan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid
5. Alokasi Menggunakan Peraga CFBA/Al-Qur'an selama 10 menit untuk 2 Halaman Satu kali pertemuan
b. Teknik/Langkah-Langkah Pembelajaran Buku Jilid CFBA (Tiap Jilid 30 Halaman Target 2 Bulan) /Al-Qur'an
1. Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an digunakan untuk Pembelajaran yang Bersifat Klasikal/Jam'iy/Bersama-sama dan Individu/Munfarid/Privat dalam suatu Kelas Homogen maupun Kelas Heterogen
2. Membaca Buku CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 1 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris). Jika Kondisi Kelas Homogen, Ustadz/Guru Menuntun Bacaan Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an dengan Mentalaqikan kepada Semua Santri/Siswa, Kemudian Semua Santri/Siswa menirukan atau membaca apa yang ditalaqikan oleh Ustadz/Guru.
3. Membaca Buku CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris). Jika Kondisi Kelas Homogen, Setiap Santri/Siswa Secara Mandiri dengan Bergiliran membaca setiap Halaman Jilid CFBA/Al-Qur'an (sekali Baca 1 Baris) dengan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid, Sedangan Santri/Siswa yang Lain Memperhatikan dan Menyimak Bacaan Teman hingga Selesai 1 Halaman.
4. Membaca Buku CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Halaman). Jika Kondisi Kelas Heterogen, Setiap Santri/Siswa Secara Individu/Privat membaca Mandiri setiap Satu Halaman Jilid CFBA/Al-Qur'an, dengan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid dan diberikan Contoh bacaan yang benar. Sedangan Santri/Siswa yang Lain Sambil Menunggu Giliran Baca : Mewarnai/ Menulis/Menghafal/ Memahami Materi Penunjang.
5. Target Baca 1 Halaman Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an Per Hari, hingga Khatam pada Pertemuan Ke-1 sampai Pertemuan Ke- 30, untuk Pertemuan ke 31 - 40 digunakan untuk Evaluasi.
6. Alokasi Menggunakan Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an selama 75 menit untuk 1 Halaman Satu kali pertemuan dengan 15 Orang Santri/Siswa (Setiap Santri Membaca Rata-Rata selama 5 Menit/Halaman)
c. Langkah-langkah Pembelajaran pada Kelas Homogen dan Kelas Heterogen
1. Langkah-langkah Pembelajaran pada Kelas Homogen ---(Sekolah Formal atau Non Formal : TK-RA/PAUD/SD/SMP/SMA,PT dan TPQ, RW/RT, MADIN, PONPES, MT dan Pengajian) --- Durasi Waktu 95 menit
- Pembukaan : 5 Menit---- (Baca Doa Belajar & Surat Al-fatihah)
- Penggunaan Alat Peraga CFBA : 10 Menit--- (baca 2 Halaman/Hari)
* Membaca Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 1 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris), yakni Ustadz/Guru Menuntun Bacaan Peraga CFBA/Al-Qur'an dengan Mentalaqikan kepada Semua Santri/Siswa, Kemudian Semua Santri/Siswa menirukan atau membaca apa yang ditalaqikan oleh Ustadz/Guru pada Pertemuan Ke-1 sampai Pertemuan Ke- 20 (4 Minggu)
*Membaca Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman Pada Pertemuan Ke-21 sampai Pertemuan Ke-40 (4 Minggu), yakni Santri/Murid membaca Mandiri secara bersama-sama setiap Halaman Peraga CFBA/Al-Qur'an yang Sudah Pernah Dibaca atau ditalaqikan Oleh Ustadz/Guru Sebelumnya dan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid
-Penggunaan Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an : 75 Menit--- (baca 1 Halaman/Hari Per Santri/Siswa, @5 m wenit * 15 Santri/Siswa)
*Membaca Buku CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris). Setiap Santri/Siswa Secara Mandiri dengan Bergiliran membaca setiap Halaman Jilid CFBA/Al-Qur'an (sekali Baca 1 Baris) dengan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid, Sedangan Santri/Siswa yang Lain Memperhatikan dan Menyimak Bacaan Teman hingga Selesai 1 Halaman.
- Penutup/ Doa : 5 Menit --- (Doa Syukur Nikamat, Doa Kafaratul Majlis, Surat Al- Ashar)
2. Langkah-langkah Pembelajaran pada Kelas Heterogen--- (Sekolah Non Formal : TPQ, RQ/RT, MADIN, PONPES,MT & Pengajian) --- Durasi 110 menit
- Pembukaan : 5 Menit--- (Baca Doa Belajar & Surat Al-fatihah)
- Penggunaan Alat Peraga CFBA : 10 Menit--- (Baca 2 Halaman/Hari)
* Membaca Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 1 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Baris), yakni Ustadz/Guru Menuntun Bacaan Peraga CFBA/Al-Qur'an dengan Mentalaqikan kepada Semua Santri/Siswa, Kemudian Semua Santri/Siswa menirukan atau membaca apa yang ditalaqikan oleh Ustadz/Guru pada Pertemuan Ke-1 sampai Pertemuan Ke- 20 (4 Minggu)
*Membaca Alat Peraga CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman Pada Pertemuan Ke-21 sampai Pertemuan Ke-40 (4 Minggu), yakni Santri/Murid membaca Mandiri secara bersama-sama setiap Halaman Peraga CFBA/Al-Qur'an yang Sudah Pernah Dibaca atau ditalaqikan Oleh Ustadz/Guru Sebelumnya dan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid
-Penggunaan Buku Jilid CFBA/Al-Qur'an : 75 Menit--- (baca 1 Halaman/Hari Per Santri/Siswa, @5 m wenit * 15 Santri/Siswa)
*Membaca Buku CFBA/Al-Qur'an Menggunakan Teknik 2 Pada setiap halaman (sekali baca 1 Halaman). Setiap Santri/Siswa Secara Individu/Privat membaca Mandiri setiap Satu Halaman Jilid CFBA/Al-Qur'an, dengan Ustadz/Guru Mengoreksi Bacaan Jika ada Kesalahan Bacaan Santri/Murid dan diberikan Contoh bacaan yang benar. Sedangan Santri/Siswa yang Lain Sambil Menunggu Giliran Baca :
Menebalkan Huruf Hijaiyah/Mewarnai/Menggambar/Menulis Imla'/Menulis Materi Penunjang/Menghafal Materi/Muraja'ah Hafalan Materi atau Al-Qur'an.
- Guru Menjelaskan/Menjabarkan/Menyimpulkan/Memuraja'ah Materi Penunjang : 15 Menit
- Penutup/ Doa : 5 Menit--- (Doa Syukur Nikmat, Doa Kafaratul Majlis, Surat Al- Ashar)
D. PANDUAN ASESMEN (MUNAQASYAH)
1. Pengertian
Munaqasyah CFB/Al-Qur'an
Munaqasyah
CFB/Al-Qur'an adalah Kegiatan Ujian yang dilakukan oleh Lembaga/Sekolah kepada
santri/siswa setelah mengkhatamkan Materi Jilid CFBA/Al-Qur'an tertentu. Adapun
Munaqasyah CFB/Al-Qur'an tujuan untuk menguji kemampuan Santri/siswa dalam
membaca Jilid CFBA/Al-Qur'an, sebagai tolak ukur keberhasilan dalam
pembelajaran Jilid CFBA/Al Qur’an yang dilakukan di sekolah/Lembaga.
2. Jenis-Jenis
Munaqasyah CFBA
a.
Munaqasyah Berdasarkan Fungsi
-Munaqasyah
Internal Lembaga
Munaqasyah
Internal adalah Kegiatan Ujian yang dilakukan oleh Lembaga/Sekolah kepada
santri/siswa setelah mengkhatamkan Materi Jilid CFBA tertentu dengan Penguji
(Munaqisy) berasal dari Lembaga itu sendiri (Internal Lembaga). Munaqasyah
Internal Lembaga dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah/Wakasek/Guru di Lembaga
Tersebut yang sudah memiliki sertifikat Munaqisy Lembaga. Munaqasyah Internal
Lembaga bertujuan untuk mengukur kenaikan Jilid CFBA tertentu yang dilakukan di
sekolah/Lembaga Tersebut.
-Munaqasyah
Ekstranal Lembaga (Silang)
Munaqasyah
Ekstranal Lembaga (Silang) adalah Kegiatan Ujian yang dilakukan oleh
Lembaga/Sekolah kepada santri/siswa setelah mengkhatamkan Materi Jilid CFBA
tertentu dengan Penguji (Munaqisy) berasal dari Lembaga Lain (Eksternal
Lembaga). Munaqasyah Internal dilakukan oleh Kepala Sekolah/Wakasek/Guru dari
Lembaga Lain yang sudah memiliki sertifikat Munaqisy Lembaga.Munaqasyah
Internal Lembaga bertujuan untuk mengukur kenaikan Jilid CFBA tertentu yang
dilakukan di sekolah/Lembaga Tersebut
-Munaqasyah
Global
Munaqasyah
Global adalah Kegiatan Ujian yang dilakukan oleh Lembaga/Sekolah kepada
santri/siswa setelah mengkhatamkan Materi Jilid CFBA tertentu dengan Penguji
(Munaqisy) berasal dari Cabang atau Sub Cabang Markaz Masruriyah. Munaqasyah
Global dilakukan oleh Munaqisy Tingkat Cabang/Sub Cabang yang sudah memiliki
sertifikat Munaqisy Cabang/Sub Cabang. Munaqasyah Global bertujuan untuk
mengukur Kemampuan Santri/Siswa dalam membaca Al-Qur'an secara Teori dan
praktek dari Makhraj Shifat Huruf, Tajwid dan Gharibnya, Setelah Santri/Siswa
Mengkhatamkan Baca Al-Qur'an minimal 2 kali untuk menuju Wisuda Lembaga atau
Wisuda Tingkat Cabang (Wilayah Zona Gabungan Kecamatan atau Wilayah
Kota/Kabupaten).
b.
Munaqasyah Berdasarkan Waktu
-
Munaqasyah 2 Bulanan : Munaqasyah Munaqasyah 2 Bulanan dilaksanakan setiap 2
Bulan Sekali yang bertujuan untuk untuk mengukur kenaikan Jilid CFBA, dari
Jilid TK-RA/PAUD naik Jilid 1, dari Jilid 1 Naik Jilid 2, dari Jilid 2 ke Kelas
Al-Qur'an yang dilakukan di sekolah/Lembaga Tersebut
- Munaqasyah
Kelulusan (Wisuda) : Munaqasyah Kelulusan (Wisuda) dilaksanakan pada akhir
tahun pembelajaran pada Kelas Akhir atau Kelas Al-Qur'an, yang bertujuan untuk
untuk mengukur Kemampuan Santri/Siswa dalam membaca Al-Qur'an secara Teori dan
praktek dari Makhraj Shifat Huruf, Tajwid dan Gharibnya, Setelah Santri/Siswa
Mengkhatamkan Baca Al-Qur'an minimal 2 kali untuk menentukan kelulusan dan
persiapan Wisuda Lembaga atau Wisuda Tingkat Cabang (Wilayah Zona Gabungan
Kecamatan atau Wilayah Kota/Kabupaten).
c.
Munaqasyah Berdasarkan Bentuk
-
Munaqasyah Praktek Baca Jilid CFBA/Al-Qur'an
Munaqasyah
Praktek Baca Jilid CFBA/Al-Qur'an adalah Munaqasyah dengan Cara Memberikan Tes
Secara Praktek Membaca kepada Santri/Siswa, dengan cara Guru Mengamati,
mendengarkan, Mangecek Bacaan Santri/Siswa kemudian mengisi hasilnya pada
Instrumen Test dan Lembar Penilaian.
-
Munaqasyah Teori Bacaan Al-Qur'an
Munaqasyah
Teori Bacaan Al-Qur'an adalah Munaqasyah dengan Cara Memberikan Tes Secara
Teori baik Tes Lisan maupun tes tertulis kepada Santri/Siswa tentang
Teori Bacaan Al-Qur'an meliputi Teori Makhraj Shifat Huruf, Tajwid dan Gharib,
dengan cara Guru Mengamati, mendengarkan, Mangoreksi Lembar Jawaban Test
Santri/Siswa kemudian mengisi hasilnya pada Instrumen Test dan Lembar
Penilaian.
2.
Munaqisy CFBA/Al-Qur'an
Munaqish
adalah Seorang Ustadz/Guru yang bertugas melakukan Pengujian terhadap
santri/siswa setelah mengkhatamkan Materi Jilid CFBA/Al-Qur'an tertentu, dengan
tujuan mengukur keberhasilan dalam pembelajaran, yakni meliputi Kenaikan
Jilid Satu Ke Jilid Berikutnya dan Sampai Kelas Al-Qur'an atau Kelulusan/Wisuda
Al-Qur’an pada sebuah sekolah/Lembaga.
Munaqisy
CFBA/Al-Qur'an terdiri dari 2 Macam , yaitu :
-
Munaqisy Lembaga
Munaqish
Lembaga adalah Seorang Ustadz/Guru Yang Sudah Memiliki Sertifikat Munaqisy
Lembaga, yang bertugas melakukan Pengujian terhadap santri/siswa setelah
mengkhatamkan Materi Jilid CFBA/Al-Qur'an tertentu, dengan tujuan mengukur
Kenaikan Jilid Satu Ke Jilid Berikutnya dan Sampai Kelas Al-Qur'an pada sebuah
sekolah/Lembaga.
-
Munaqisy Cabang/Sub Cabang
Munaqish
Lembaga adalah Seorang Ustadz/Guru Yang Sudah Memiliki Sertifikat Munaqisy
Cabang/Sub Cabang, yang bertugas melakukan Pengujian terhadap
santri/siswa setelah mengkhatamkan Praktek dan Teori Bacaaan Al-Qur'an,
dengan tujuan mengukur Kelulusan/Wisuda Al-Qur’an pada sebuah sekolah/Lembaga
atau Lembaga Tingkat Cabang (Wilayah Zona Gabungan Kecamatan atau Wilayah
Kota/Kabupaten).
*Sertifikat
Munaqisy Lembaga didapatkan oleh Ustadz/Guru melalui Diklat Munaqisy yang
diadakan oleh Cabang Markaz Masruriyah
*Sertifikat
Munaqisy Cabang/Sub Cabang didapatkan oleh Ustadz/Guru melalui Diklat Munaqisy
yang diadakan oleh Pusat Markaz Masruriyah
3.
Lahn atau Kesalahan
Lahn( اَللَّحْنُ)
adalah peristiwa kesalahan di dalam membaca Al-Quran, baik kesalahan ringan
atau kesalahan berat. Lahn ada dua macam yaitu : Lahn Jaliy (kesalahan yang
berat) dan Lahn Khafiy (kesalahan ringan).
A. Lahn
Jaliy (الْجَلِيِّ اَللَّحْنُ)
Lahn
Jaliy (الْجَلِيِّ اَللَّحْنُ), adalah kesalahan berat di dalam membaca pada suatu lafadz
dari segi harakat atau pun huruf, baik mengakibatkan perubahan makna maupun
tidak. Jika Santri/Siswa terdapat kesalahan membaca pada Lahan Jaly ini, maka
dalam penilaian diberikan pengurangan nilai sebanyak 2 Point oleh Munaqisy.
*
Perubahan Harakat
Perubahan
Harakat yang dimaksud adalah berubahnya suatu harakat menjadi harakat lain,
misalnya : اًنْعَمْتَ ((dalam surat Al-Fatihah, bermakna : Engkau (Allah) telah
memberi nikmat)) dengan merubah harakat fathah menjadi kasrah dibaca اًنْعَمْتِ
((berubah makna : kamu (orang perempuan) telah memberi nikmat)),حَمَلَتْ
(dalam surat Al-‘An’am ayat 146 , bermakna : lemak yang melekat) dengan merubah
Sukun menjadi harakat Dhammah dibaca حَمَلَتُ (berubah makna :Lemak yang aku
lekatkan) , اَلْحَمْدُ لِلَّهِ dengan merubah harakat kasrah menjadi dhammah dibaca اَلْحَمْدُ لِلَّهُ
(tidak berubah makna).
*
Perubahan Huruf
Perubahan
Huruf yang dimaksud adalah berubahnya suatu huruf menjadi huruf lain, misalanya
إِيَّاكَ (bermakna : hanya kepada Engkau) dengan merubah huruf alif
menjadi huruf ha dibaca هِيَّاكَ (berubah makna : Hai yang di sana) , تَشْكُرُوْنَ (bermakna : Kalian bersyukur) dengan
merubah huruf Syin menjadi huruf Sin dibaca تَسْكُرُوْنَ (berubah makna : Kalian Mabuk), يَوْمِ الدِّيْنِ مَلِكِ
(bermakna : Yang merajai Hari kiamat) dengan merubah huruf-huruf/kata الدِّيْنِ
menjadi huruf-huruf/kata الْقِيَامَةِ dibaca الْقِيَامَةِ يَوْمِ مَلِكِ (Tidak Berubah makna)
*
Selain Lahn Jaly disebutkan di atas, Lahan Jaliy Juga termasuk diantaranya
:
1.
Melakukan Waqaf / Washal / Ibtida pada kata/kalimat yang tidak cocok sehingga
dapat merusak lafadz atau merusak makna :
-
Merusak Lafadz, sebagai contoh : Lafadzh بِسۡمِ dari lafazh بِسۡمِ
ٱللَّهِ , maka
kedua
lafazh ini tidak boleh di pisahkan karena berupa kalimat majemuk atau
jumlah Idhafah (Mudhaf-Mudhaf Ilaih).
-
Merusak Makna, yakni merusak makna ayat Al-Quran, disebabkan karena Waqaf
(berhenti) pada Tanda La Mamnu' (ﻻ) di tengah ayat dimana pada tanda ini
tidak boleh waqaf kecuali pada Ra'sul Ayat, sebagaimana contoh dalam Surat
Al-Anbiya ayat 88 (Mushaf Al-Quran cetakan Kudus-Jawa Tengah-Indonesia).
-
Membaca Washal pada tanda Waqaf Mim Lazim م , dimana pada tanda ini harus
berhenti.
-Membaca
Washal pada tanda Waqaf Mu'anaqah, dimana harus berhenti pada salah
satu tanda ini.
-Membaca
Washal pada tanda Waqaf Saktah Wajib ﺳﮑﺘﻪ/س , dimana pada tanda ini harus
berhenti sejenak tanpa mengambil nafas selama 1 alif.
-
Melakukan Ibtida' pada lafadz atau kalimat yang salah, seperti ibtida pada
Mudhaf Ilaih (kata kedua atau ketiga dari kata yang disandarkan) contoh
pada lafadz حَمّالَةَ الْحَطَبِ , ibtida dari الْحَطَبِ itu tidak diperbolehkan
karena lafadz belum sempurna
-Tidak
tepat melakukan Ibtida pada Kalimat yang diawali Hamzah Washal ; salah membaca
Harakat Fathah, Kasrah atau Dhamahnya
2.
Membaca Awal Surat At-Taubah dengan Basmalah, karena ini diharamkan
3.
Membaca Washal Akhir Surat dengan Awal Surat, Lalu Waqaf, dilanjut membaca Awal
Surat, karena ini diharamkan
B. Lahn
Khafiy (اَللَّحْنُ الْخَفِيُّ)
Lahn
Khafiy (اَللَّحْنُ الْخَفِيُّ), adalah kesalahan ringan di dalam membaca suatu lafadzh yang
tidak mengakibatkan berubahnya makna. Kesalahan jenis ini hanya diketahui oleh
orang yang mengerti/ahliI lmuTajwid, sedangkan orang awam tidak mengetahuinya.
Misalkan tidak membaca idhar, idgham bighunnah/bilaghunnah, ikhfa, iqlab dan
tidak memperhatikan hukum-hukum tajwid yang lain ketika membaca Al-Quran.
Seperti Makhraj-makhraj huruf, Shifat-Shifat Huruf , Waqaf, Hukum Mad dan
Gharib. Jika Santri/Siswa terdapat kesalahan membaca pada Lahan Khafiy ini,
maka dalam penilaian diberikan pengurangan nilai sebanyak 1 Point oleh
Munaqisy.
Adapun
contoh secara rinci, diantara kesalahan yang termasuk Lahn Khafiy adalah :
1.
Membaca Idhar Halqi, Idhar Syafawi, Idhar Muthlak, dan Idhar Qamariyah dengan
Tawalud (memantul) dan dengan dengung seperti bacaan ghunnah.
2.
Membaca Idgham Bighunnah tanpa dengung atau kurang memanjagkan
Ghunnah/dengung
3.
Membaca Idgham Bilaghunnah dengan berdengung
4.
Membaca Ikhfa tanpa dengung atau kurang memanjagkan dengung baik pada
ikhfa haqiqi maupun ikhfa syafawi
5.
Membaca Iqlab masih terdengar jelas suara Nun Sukun, tanpa dengung atau kurang
memanjagkan dengung
6.
Membaca huruf Qalqalah tidak memantul
7.
MembacaTawalud Setiap huruf selain Huruf Qalqalah
8.
Membaca Huruf tidak menerapkan shifat-shifat huruf, misal : tidak menerapakan
sifat Istithalah pada huruf Dhad
9.
Membaca Huruf sedikit keluar dari makhrajnya, misal Makhraj Jim pada ujung
lidah
10.
Membaca Ra Tafhim/Tarqiq kurang tepat
11.
Mengambil Nafas (Tanaffus) ditengah bacaan yang tidak ada tanda waqaf dan
tidak Ibtida (memulai bacaan setelah berhenti
13.
Keasalahan membaca Bacaan Gharib seperti Imalah, Isymam, Tashil,
Iltiqa’ussakinaini, Nun Wiqayah, dll.
14.
Menggetarkan (Takrir) Huruf Ra secara berlebihan karena Makhraj & Shifatnya
yang Kurang Tepat
14.
Menebalkan (Tafkhim/Taghlidzh) suara huruf Lam tidak pada tempatnya
15.
Menggetar kan suara secara berlebihan pada mad dan ghunnah
16.
Menambah atau mengurangi ukuran mad suatu bacaan (selain mad asli/mad
thabi’i)
17.
Mengabaikan ghunnah pada bacaan yang seharusnya dibaca ghunnah, menambah atau
Mengurangi ukuran ghunnah suatu bacaan
18.
Melafalkan harakat secara tidak jelas. Misalnya, mengucapkan dhammah yang cenderung
bunyinya ke arah fathah atau mengucapkan kasrah yang cenderung bunyinya kearah
fathah (Imalah Bukan Pada Tempatnya)
19.
Melafalkan Bacaan Imalah, Isymam, Raum, Iltiqaus-Sakinain, Nun Wiqayah, Tashil,
Saktah, Ibdal, Shifrun Mustadir, Shifrun Mustathil, dan Bacaan-Bacaan Gharib
lainnya dengan pelafalan yang kurang tepat dari kaidahnya (Bab Gharib)
B. Lahn
Akhfa (اَللَّحْنُ الاَخْفَى)
Lahn Akhfa
(اَللَّحْنُ الاَخْفَى), adalah kesalahan yang paling ringan di dalam membaca suatu lafadzh yang
tidak mengakibatkan berubahnya makna. Kesalahan jenis ini hanya diketahui oleh
orang yang mengerti/ahliI lmuTajwid , harus diamati secara lebih teliti karena kesalahan bersifar samar.
Adapun
contoh secara rinci, diantara kesalahan yang termasuk Lahn Akhfa adalah :
1.Tidak
Membaca Samar pada Mim Iqlab atau Ikhfa Syafawi, yakni mengatupkan kedua bibir dengan
ditekan tiadak meringankan/menikhfakan
2.
Tidak Membaca Ikhfa Haqiqi dengan memenuhi : Condong Ke Makhraj huruf
setelahnya, Tarqiqnya Ikhfa dan Tafkhimnya Ikhfa
3.
Tidak menyamakan ukuran panjang Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz munfashil
ketika dibaca pada saat bersamaan , sebagai missal ; Mad Wajib muttashil dibaca
4 harakat, tetapi Mad Wajib Jaiz Munfashil dibaca 5 harakat, harusnya jika Mad
Wajib muttashil dibaca 4 harakat maka Mad Jaiz Munfashil dibaca 4
harakat.
4.
Tidak Konsisten dalam membaca Ukuran Mad Wajib Muttashil, Mad JaizMunfashil,
Mad Aridl Lissukun ketika dibaca pada saat bersamaan, sebagai missal ; Mad
Wajib Muttashil dibaca 4 harakat dan terkadang 5 harakat, Mad Jaiz Munfashil
dibaca 4 harakat dan terkadang 5 harakat, Mad Aridl Lissukundibaca 2 harakat,
terkadang 4 harakat dan terkadang 6 harakat, harusnya dipilih salah satu ukuran
panjang yang kosisten, karena menjaga Konsistensi bacaan adalah sebuah
keniscayaan.
4.
Tidak Konsisten dalam menempatkan “Maratibul Qira’ah” yaitu yaitu Tahqiq,
hadr, dan tadwir .
-Tahqiq,
yaitu membaca Al Quran dengan lambat dan tenang
- Hadr
, yaitu membaca dengan cepat
-
Tadwir, yaitu tingkatan pertengahan antara bacaan yang lambat dan pelan, yakni
bacaan tahqiiq dan bacaan yang cepat (bacaan hadr).
Semua
“Maratibul Qira’ah” tetap memperhatikan hukum-hukum tajwid.
5.
Tidak membaca Nabr pada Wau dan Ya Tasydid huruf Lin serta pada tempat tempat
Nabr yang Lain seperti pada Huruf Lam sebelumnya huruf mada Tasydid pada satu kata ولا الضالِّيْنَ dan lainnya.
6. Mengucapakan
Huruf tidak mengembalikan pada Makhraj & Shifat Hurufnya, terutama pada
duhuruf yang berharakat Dhammah, dengan Kaidah وَرَدُّ كُلِّ وَاحِدٍ لِاَصْلِهِ .
4.
Langkah-Langkah Munaqasyah
a.
Langkah-Langkah Munaqasyah Munaqasyah Pada Kelas Jilid TK-RA/PAUD CFBA
-
Ustadz/Guru menyiapkan Materi dan Instrumen Munaqasyah, Berupa Lembar Test
Munaqasyah/Halaman Jilid CFBA Munaqasyah dan Lembar Penilaian Munaqasyah Jilid
TK-RA/PAUD CFBA
-
Materi Munaqasyah diambil dari 5 Halaman terakhir Jilid TK-RA/PAUD CFBA secara
Random (Acak, atau bisa dibuat khusus oleh Ustadz/Guru/Lembaga mengacu pada 5
halaman terakhir tersebut
-
Santri Membaca Huruf/Kata pada Lembar Munaqasyah yang ditunjuk oleh
ustadz/Guru, sambil Guru Memperhatikan/Mengamati bacaan Santri/Siswa
-
Ustadz/Guru mencatat pengurangan Point nilai, jika ada Lahan/Kesalahan Bacaan
Santri/siswa pada lembar instrumen penilaian Munaqasyah
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Berat (Lahn Jaliy), Seperi Salah Baca
Huruf, Huruf yang tertukar, Huruf yang dibaca panjang, salah harakat , tidak
bisa baca, maka diberi pengurangan 3 Point
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Ringan (Lahn Khafiy), Seperti Makhraj
huruf yg sedikit kurang tepat dan Shifat Huruf yang kurang tepat, maka diberi
pengurangan 2 Point
-
Kesalahan Baca Huruf/Kalimat yang tidak teliti atau sedikit dibantu oleh
Munaqisy, kemudian santri/siswa diminta mengulang membaca ternyata benar, maka
tidak ada pengurangan Point.
-
Ustadz/Guru merekap Hasil Nilai Munaqasyah Santri/Siswa dengan menjumlah total
Point Nilai. Santri/Siswa dinyatakan Lulus/Naik Jilid jika Minimal Total Point
nilai mencapai 80 dengan predikat B.
b.
Langkah-Langkah Munaqasyah Munaqasyah Pada Kelas Jilid 1 & 2 CFBA
-
Ustadz/Guru menyiapkan Materi dan Instrumen Munaqasyah, Berupa Lembar Test
Munaqasyah/Halaman Jilid CFBA Munaqasyah dan Lembar Penilaian Munaqasyah Jilid
1 atau Jilid 2 CFBA
-
Materi Munaqasyah diambil dari 5 Halaman terakhir Jilid 1 & 2 CFBA secara
Random (Acak, atau bisa dibuat khusus oleh Ustadz/Guru/Lembaga mengacu pada 5
halaman terakhir tersebut
-
Santri Membaca Huruf/Kalimat pada Lembar Munaqasyah yang ditunjuk oleh
ustadz/Guru, sambil Guru Memperhatikan/Mengamati bacaan Santri/Siswa
-
Ustadz/Guru mencatat pengurangan Point nilai, jika ada Lahn/Kesalahan Bacaan
Santri/siswa pada lembar instrumen penilaian Munaqasyah
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Berat (Lahn Jaliy), Seperi Salah Baca
Huruf, Huruf yang tertukar, salah harakat , tidak bisa baca Kata/kalimat ,
Panjang & Pendek Huruf, maka diberi pengurangan 3 Point
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Ringan (Lahn Khafiy), Seperti Makhraj
huruf yg sedikit kurang tepat dan Shifat Huruf yang kurang tepat, Hukum Bacaan
Tajwid, Hukum Bacaan Ahkamul Mad, Tanaffus, maka diberi pengurangan 2 Point
-
Kesalahan Baca Huruf/Kalimat yang tidak teliti atau sedikit dibantu oleh
Munaqisy, kemudian santri/siswa diminta mengulang membaca ternyata benar, maka
tidak ada pengurangan Point.
-
Ustadz/Guru merekap Hasil Nilai Munaqasyah Santri/Siswa dengan menjumlah total
Point Nilai. Santri/Siswa dinyatakan Lulus/Naik Jilid jika Minimal Total Point
nilai mencapai 80 dengan predikat B.
c.
Langkah-Langkah Munaqasyah Munaqasyah Pada Kelas Al-Qur'an CFBA
-
Ustadz/Guru menyiapkan Materi dan Instrumen Munaqasyah, Berupa Lembar Test
Munaqasyah/Halaman Mushaf Al-Qur'an Munaqasyah dan Lembar Penilaian Munaqasyah
Al-Qur'an
-
Materi Munaqasyah diambil dari 1 Halaman Mushaf Al-Qur'an secara Random
(Acak) yang Asing dibaca oleh Santri/Siswa, ditambah Lembar Materi Munaqasyah
Bacaan Gharib yang Khusus dibuat oleh Ustadz/Guru/Lembaga.
-
Santri Membaca Huruf/Kalimat pada Lembar Munaqasyah yang ditunjuk oleh
ustadz/Guru, sambil Guru Memperhatikan/Mengamati bacaan Santri/Siswa
-
Ustadz/Guru mencatat pengurangan Point nilai, jika ada Lahn/Kesalahan Bacaan
Santri/siswa pada lembar instrumen penilaian Munaqasyah
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Berat (Lahn Jaliy), Seperi Salah Baca
Huruf, Huruf yang tertukar, salah harakat , tidak bisa baca Kata/kalimat/Ayat ,
Panjang & Pendek Huruf, Tanaffus dan Waqaf Ibtida/Tanda Waqaf yang
kurang tepat maka diberi pengurangan 3 Point
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Ringan (Lahn Khafiy), Seperti Makhraj
huruf yg sedikit kurang tepat dan Shifat Huruf yang kurang tepat, Hukum Bacaan
Tajwid, Hukum Bacaan Ahkamul Mad maka diberi pengurangan 2 Point. Sedangakn Khisus
Bacaan Gharib diberi pengurangan 5 Point.
-
Lahn/Kesalahan Baca Santri/Siswa yang Ringan (Lahn Akhfa), Seperti Pungucapan Mim
pada Iqlab/Ikhfa Syfawai dan Condong Huruf pada Ikhfa Haqiqi yg sedikit kurang
tepat maka diberi pengurangan 1 Point
-
Kesalahan Baca Huruf/Kalimat yang tidak teliti atau sedikit dibantu oleh
Munaqisy, kemudian santri/siswa diminta mengulang membaca ternyata benar, maka
tidak ada pengurangan Point.
-
Ustadz/Guru merekap Hasil Nilai Munaqasyah Santri/Siswa dengan menjumlah total
Point Nilai. Santri/Siswa dinyatakan Lulus/Naik Jilid jika Minimal Total Point
nilai mencapai 80 dengan predikat B.
E. PANDUAN LAPORAN HASIL BELAJAR SANTRI/SISWA (Raport)
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa (Raport) CFBA/Al-Qur'an adalah dokumen yang berisi catatan nilai sebagai hasil belajar CFBA/Al-Qur'an santri/siswa setelah diadakan Munaqasyah/Ujian pada kurun waktu tertentu sebagai penghubung antara lembaga/sekolah dengan orang tua santri untuk mengetahui Prestasi Belajar Putra Putrinya.
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa (Raport) CFBA/Al-Qur'an diberikan setiap 2 Bulan Sekali atau direkap dalam satu semester (6 Bulan) sekali mengikuti Kurikulum Satuan Pendidikan/Sekolah.
1. Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Jilid TK-RA/PAUD CFBA
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Jilid TK-RA/PAUD CFBA berisi tentang : Materi Muru'atul Huruf, Muru'atul Kalimat, Makhraj & Shifat Huruf, Panjang Pendek Huruf dan Kelancaran Membaca, Point Nilai masing masing Materi dengan Angka dan Predikat , Jumlah Total Point Nilai Materi, Rata-Rata Nilai Materi dan Catatan Perkembangan Santri/Siswa (Koreksi Bacaan).
2. Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Jilid 1 & 2 CFBA
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Jilid 1 & 2 CFBA berisi tentang : Materi Muru'atul Huruf, Muru'atul Kalimat, Mura'atul Ayat, Makhraj & Shifat Huruf, Panjang Pendek Huruf, Kelancaran Membaca, Ahkamul Huruf, Ahkamul Mad, Waqaf & Ibtida, Lagu, Point Nilai masing masing Materi dengan Angka dan Predikat, Jumlah Total Point Nilai Materi, Rata-Rata Nilai Materi dan Catatan Perkembangan Santri/Siswa (Koreksi Bacaan).
3. Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Al-Qur'an
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa Al-Qur'an CFBA berisi tentang : Materi Muru'atul Huruf, Muru'atul Kalimat, Mura'atul Ayat, Makhraj & Shifat Huruf, Panjang Pendek Huruf, Kelancaran Membaca, Ahkamul Huruf, Ahkamul Mad, Waqaf & Ibtida, Gharib, Lagu, Point Nilai masing masing Materi dengan Angka dan Predikat, Jumlah Total Point Nilai Materi, Rata-Rata Nilai Materi dan Catatan Perkembangan Santri/Siswa (Koreksi Bacaan).
4. Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa untuk Ijazah/Syahadah Kelulusan (Transkip Nila Syahadah)
Laporan Hasil Belajar Santri/Siswa untuk Ijazah/Syahadah Kelulusan berisi tentang : Makhraj & Shifat Huruf, Tajwid (Ahkamul Huruf, Ahkamul Mad, Waqaf & Ibtida) , Gharib, Lagu, Point Nilai masing masing Materi dengan Angka dan Predikat, Jumlah Total Point Nilai Materi, Rata-Rata Nilai Materi, Catatan Perkembangan Santri/Siswa (Koreksi Bacaan).
E. ADAB PEMBELAJARAN CFBA
1. Adab Ustadz/Guru Masruriyah
-Beriman & Bertaqwa Kepada Allah SWT, Yakni menjalankan Perintah Allah SWT baik yang Wajib maupun yang sunah dan menjauhi larangan Allah baik yang haram maupun yang subhat
- Memiliki Niat Ikhlas untuk mengajarkan Al-Qur'an
- Istiqamah Bermunajat kepada Allah SWT dengan menjalankan Qimulail walaupun 2 Raka'at + 1 Witir
- Istiqamah Membaca Al-Qur'an Walaupun Satu Halaman Mushaf Setiap Hari
- Istiqamah Mengajarkan Al-Qur'an kepada Orang lain (Santri/Siswa/Jamaah) walaupun 1 orang yang diajar.
- Menjalankan 4 Semboyan *Jadi Guru SEnAnG*, yakni Guru yang : SE = Semangat, Energik, An = Antusias dan G = Gembira
a. *Guru Semangat* : Guru Harus semangat Belajar/ Upgrade Ilmu dan Semangat mengajar yang didasari profesionalisme dan ikhlas
b. *Guru Energik* : Guru Harus banyak bergerak/harkah/Berorganisasi, karena harakah adalah berkah dan bermanfaat untuk orang lain
c. *Guru Antusias* : Guru harus terus belajar untuk mengupgrade ilmu khususnya Ilmu Al-Qur'an dan terbuka menerima kemajuan Zaman, dan hal hal baru yg positif, Seperti IT, Metode belajar dll
d. *Guru Gembira* : Guru Harus menyenangkan baik Performa, Metode, Model, Strategi maupun Gaya Mengajarnya , karena belajar yang menyengkan akan mudah dipahami santri/siswa
- Selalu Belajar Untuk meningkatkan Profesionalisme Guru Al-Qur'an/Guru Tahsinul Qur'an dengan mengikuti Pengajian/Perkuliahan yang diadakan oleh Markaz Masruriyah berupa Talaqi dan Musyafahah Bacaan Al-Qur'an, Ilmu Tajwid & Gharib dan seterusnya pada tingkat selanjutnya (Minimal seminggu sekali)
- Bila memungkinkan bisa Bertalaqi dengan Guru Sepuh / Guru Muda yang memiliki sanad Al Qur'an yang menyambung Kepada Nabi Muhammad SAW
- Selalu mengikuti kegiatan shilaturahim & Pengajian Guru yang tergabung dalam Pertemuan Bulanan : Mengaji dan Talaqi Al-Qur'an Bersama (MTQB) Guru Masruriyah.
- Selalu Bersikap Tawadhu (Rendah Hati), tidak mengunggulkan diri dan merasa lebih baik, lebih hebat atau lebih pintar dari Guru/Orang lain
- Selalu Berterima Kasih atas Jasa Guru-Guru yang telah mengajarkannya sebelumnya, Karena atas jasa beliau-beliau seorang Guru dapat mencapai pada posisi yang baik sekarang.
- Tidak menunjukan sikap paling unggul atas Metode Yang sekarang digunakan dangan Merendahkan atau menganggap remeh metode lain, karena semua metode baca Al-Qur'an itu baik dan punya keunggulan tersendiri untuk mengantarkan santri mampu membaca Al-Qur'an.
- Bersikap Sopan dan Santun dalam Perbuatan maupun bertutur kata kepada Orang Lain (Ustadz/Guru Lain, Orang Tua Santri/Siswa dan Santri/Siswa)
- Bersikap lemah lembut, mendidik dengan hati , bersikap adil , tidak melakukan kekerasan secara Verbal (Kata-Kata Merendahkan atau Menyakitkan) dan Tidak melakukan Kekerasan secara fisik (dengan memukul) terhadap Santri/siswa.
2. Adab Santri/Murid Masruriyah
- Menganggap Ustadz/Guru Sama Halnya Orang Tua sendiri di Rumah
- Bersikap Hormat dan Tawadhu terhadap Ustadz/Guru Dengan Sepenuh Hati/Jiwa
- Tidak Mengaggap Ustadz/Guru seperti Teman Bermain
- Duduk dengan Tertib pada Bangku yang telah tersedia dan tidak berpindah pindah-pindah tempat duduk (Mondar-Mandir)
- Tidak sambil Bermain Saat Belajar/ Mengaji, penuh dengan keseriusan dan Fokus agar materi yang disampaikan guru dapat dipahami
- Jangan Berbisik Dengan Teman Ketika Guru Menjelaskan Materi dan Jangan Berpaling Terhadapnya (Tidak Memperhatikan)
- Sabar dan Tertib menunggu giliran Mengaji/Membaca Jilid CFBA/Al-Qur'an
- Memperhatikan dan Mendengarkan Teman saat mendapat giliran Membaca Jilid CFBA/Al-Qur'an
- Tunduk dan Patuh atas Perintah Guru/Ustadz, selagi perintah itu baik
-Apabila Berjumpa Guru di luar Sekolah Hendaklah Memberi Salam Dahulu dan Bersikap Tawadhu
- Bersalaman Dengan Ustadz/Guru dengan Bercium Tangan
- Tidak Menyakiti Guru dengan Ucapan maupun perbuatan
- Apa Bila Guru Berdiri santri ikut Berdiri , Apabila guru duduk santri ikut duduk dan Badan Membungkuk jika dihadapan Ustadz/Guru
-Janganlah Banyak Berbicara, Sebelum Guru Bertanya dan Meminta Ijin Dahulu Sebelum Bertanya kepada Guru
-Berprasangka Baik Pada Ustadz/Guru Agar Mendapatkan Ridhanya karena Menjadi Syarat Manfaat Ilmu , Harus Mendapat Ridha Guru




Tidak ada komentar:
Posting Komentar