📰 BREAKING NEWS
BERITA DINIYAH – FKDT KABUPATEN BOGOR & JAWA BARAT
Mewujudkan Program Unggulan Menuntaskan Buta Huruf dan Kemampuan Baca Al-Qur'an dengan Cepat dan Fasih, FKDT Kabupaten Bogor dan Jawa Barat Menggandeng Metode Masruriyah
BOGOR — Alhamdulillāh, sebuah langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an kembali terukir. Wisuda Angkatan IX Pengajian dan Perkuliahan Kelas Wustho Metode Masruriyah telah sukses dilaksanakan di Aula Masjid An-Nuur Abdurrahman bin Auf, Perumahan BDB 2 RW 16, Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Ahad, 1 November 2026.
Sebanyak 34 peserta wisuda mengikuti prosesi Wisuda Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Para peserta tersebut terdiri dari 28 peserta Kelas Wustho Angkatan IX Pusat Cibinong dan 6 peserta Kelas I'dad Cabang Kota Bogor.
Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek, dengan beragam latar belakang, baik dari kalangan guru maupun masyarakat umum. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, dan mendalami Al-Qur'an tidak mengenal usia maupun latar belakang.
🤝 FKDT Kabupaten Bogor dan Jawa Barat Dukung Metode Masruriyah
Momentum wisuda ini semakin istimewa dengan kehadiran Ketua FKDT Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua FKDT Provinsi Jawa Barat, K.H. Sardi, S.Pd., M.M., yang akrab disapa Abah Sardi.
Dalam sambutannya, Abah Sardi memberikan motivasi dan semangat dakwah kepada seluruh peserta wisuda. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang efektif, mudah dipahami, serta mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan cepat dan fasih.
Menurut beliau, kehadiran Metode Masruriyah merupakan salah satu ikhtiar yang sangat baik dalam menuntaskan buta huruf Al-Qur'an hingga ke pelosok negeri.
“Oleh karena itu, sebagai program unggulan FKDT di Kabupaten Bogor, dan insya Allah akan merambah ke seluruh Provinsi Jawa Barat, kami dari FKDT mendukung adanya Metode Masruriyah ini dalam rangka mensyiarkan dan mendakwahkan Al-Qur'an di Madrasah Diniyah dan Sekolah Dasar di seluruh Kabupaten Bogor. Insya Allah, Jawa Barat juga akan menyusul,” ungkap beliau.
Abah Sardi juga menyampaikan pesan yang sangat mendalam tentang pentingnya keikhlasan dalam mengabdi dan berdakwah. Menurutnya, ketika seseorang ikhlas dalam perjuangannya, Allah Subhānahu wa Ta'ālā akan memberikan pertolongan dan keberkahan.
Beliau mengaku telah merasakan secara langsung keberkahan dari pengabdiannya terhadap dunia diniyah dan Al-Qur'an. Karena itu, beliau mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati untuk tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi mengamalkan ilmu yang telah diperoleh kepada keluarga dan masyarakat.
Ilmu Al-Qur'an yang diajarkan dan diamalkan, menurut beliau, akan menjadi tabungan investasi amal jariyah di akhirat.
“Tidak ada kata pensiun dalam belajar Al-Qur'an. Teruslah belajar Tahsinul Qur'an, mengamalkannya, dan mengajarkannya hingga akhir hayat,” pesan Abah Sardi.
🌟 Pesan Alumni: Jangan Pernah Merasa Cukup dalam Belajar Al-Qur'an
Turut hadir pula Ketua FKDT Kecamatan Bojonggede, Ustadzah Hj. Maesaroh, M.Pd., yang juga merupakan Alumni Angkatan VIII Pengajian dan Perkuliahan Metode Masruriyah.
Dalam sambutannya mewakili para alumni, beliau menyampaikan pengalaman pribadinya selama mengikuti pembelajaran Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah.
Beliau mengungkapkan bahwa sejak usia dini telah belajar mengaji, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Namun, setelah mengikuti Pengajian dan Perkuliahan Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah, beliau menyadari bahwa masih terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki dalam bacaan Al-Qur'an.
“Selama ini kita mungkin merasa bacaan Al-Qur'an kita sudah cukup benar. Namun, setelah mengikuti pembelajaran Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah, ternyata masih banyak bacaan yang perlu diperbaiki. Karena itu, saya sebagai alumni senantiasa mengajak rekan-rekan untuk terus belajar Al-Qur'an melalui Metode Masruriyah,” ujarnya.
Beliau juga memberikan motivasi kepada masyarakat di Kabupaten Bogor untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar.
“Yang jauh-jauh dari luar Kabupaten Bogor sudah belajar Metode Masruriyah, ada dari Cianjur, Papua, dan daerah lainnya. Masa kita yang dekat tidak mau hadir untuk mengikuti Pengajian Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah yang sungguh luar biasa ini,” pungkasnya.
📖 Talaqi Musyafahah dan Sanad hingga Rasulullah ﷺ
Sementara itu, Pendiri dan Penulis Metode Masruriyah, Ust. Ahmad Tolani, M.Pd., yang akrab disapa Kyai Tolani, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pengajian dan Perkuliahan Metode Masruriyah memiliki jenjang pembelajaran yang berkesinambungan.
Jenjang tersebut dimulai dari:
Kelas I'dad (Dasar) → Kelas Wustho (Menengah) → Kelas Ulya (Atas) → Kelas Ma'had Aliy (Tinggi).
Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran Tahsinul Qur'an Metode Masruriyah mengedepankan konsep Talaqi Musyafahah, yaitu proses belajar secara langsung dan berhadapan dengan guru, sehingga peserta dapat memperoleh bimbingan bacaan secara tepat serta tersambung dalam sanad keilmuan hingga kepada Rasulullah ﷺ.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tentang sanad keilmuan Al-Qur'an yang dimilikinya, yang tersambung melalui para guru Al-Qur'an, di antaranya Romo K.H. Ahmad Fathoni, serta jalur sanad Nusantara yang tersambung kepada Mbah K.H. Munawwir Krapyak, dan jalur sanad keilmuan Timur Tengah hingga kepada Syaikh Abdul Fattah Al-Qadhi.
Lebih lanjut, Kyai Ahmad Tolani menjelaskan bahwa konsep Talaqi Musyafahah merupakan tradisi pembelajaran Al-Qur'an yang telah diwariskan sejak masa Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Malaikat Jibril 'Alaihissalām mengajarkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan proses pembelajaran secara langsung, dibacakan dan kemudian diikuti bacaannya.
Sebagaimana firman Allah Subhānahu wa Ta'ālā dalam QS. Al-Qiyamah ayat 18:
فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
“Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.”
(QS. Al-Qiyamah: 18)
🎓 Sembilan Angkatan, Sembilan Kali Wisuda
Kyai Ahmad Tolani juga menyampaikan rasa syukur atas istiqamah Metode Masruriyah dalam menyelenggarakan Pengajian dan Perkuliahan Tahsinul Qur'an hingga mencapai Angkatan IX.
“Alhamdulillāh, Metode Masruriyah secara istiqamah terus melaksanakan pengajian dan perkuliahan hingga sekarang. Sampai dengan Angkatan IX, artinya telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali wisuda,” ungkapnya.
Namun demikian, beliau menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu Al-Qur'an.
Para peserta yang telah menyelesaikan Kelas Wustho diharapkan dapat melanjutkan pembelajaran ke Kelas Ulya, dengan komposisi pembelajaran 70 persen praktik bacaan dan 30 persen teori, termasuk pembelajaran 30 Juz Al-Qur'an Bersanad serta pendalaman materi-materi yang belum dibahas pada jenjang sebelumnya.
Dari total kurang lebih 96 peserta yang mengikuti rangkaian Pengajian dan Perkuliahan Metode Masruriyah, sebanyak 34 peserta berhasil bertahan hingga akhir dan dinyatakan lulus seluruhnya.
Kelulusan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk terus meningkatkan mutu bacaan, memperdalam ilmu, serta melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya.
🌿 Dakwah Al-Qur'an untuk Generasi dan Negeri
Wisuda Angkatan IX Metode Masruriyah bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol lahirnya semangat baru untuk terus membumikan Al-Qur'an, memperbaiki bacaan umat, dan menyiapkan para pengajar Al-Qur'an yang mampu menyebarkan ilmu secara benar dan penuh keikhlasan.
Kolaborasi antara FKDT Kabupaten Bogor, FKDT Provinsi Jawa Barat, dan Metode Masruriyah diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan program unggulan untuk menuntaskan buta huruf Al-Qur'an serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan cepat, benar, dan fasih bagi murid-murid Madrasah Diniyah dan Sekolah Dasar.
Semoga langkah kecil yang dimulai dari Kabupaten Bogor ini menjadi gerakan besar dalam mensyiarkan Al-Qur'an, melahirkan generasi Qur'ani, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir zaman.
“Belajar Al-Qur'an, Mengamalkan Al-Qur'an, dan Mengajarkan Al-Qur'an hingga Akhir Hayat.”
Metode Masruriyah – Markaz Masruriyah Cibinong Bogor
Bogor, 1 November 2026











Tidak ada komentar:
Posting Komentar